Setiap tahun umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, baik di lapangan tempat terbuka maupun di masjid/langgar dan musholla, memperingati waktu turunnya Al-Qur’an, yang lebih dikenal dengan istilah Nuzul Al-Qur’an. Peringatan ini dilakukan setiap tahun dengan semarak dan khusu’, dengan harapan dapat mendekatkan umat Islam kepada kitab utamanya, yaitu Al-Qur’an.
Al-Qur’an, bukan hanya sekedar kitab bacaan biasa, tetapi di dalamnya terkandung hikmah yang luar biasa, yang dapat melahirkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Al-Qur’an mengajarkan bahwa menuntut ilmu pengetahuan adalah merupakan sebuah kewajiban agama yang harus ditunaikan oleh setiap umatnya. Ilmu Pengetahuan adalah merupakan prasyarat utama untuk dapat melaksanakan ajaran agama dengan baik dan sempurna. Ilmu pengetahuan adalah merupakan prasyarat mutlak untuk dapat mencapai kebahagiaan hidup, baik hidup di dunia maupun hidup di akhirat kelak.
Dengan kemajuan tekhnologi dan ilmu pengetahuan, Islam juga memanfaatkan, seperti komputer, internet, juga komputer genggam (Pocket PC) juga telah dimanfaatkan Islam. Islam tidak melarang memakai tekhnologi dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan dunia. Sekarang telah ada software al-Qur'an untuk dipakai di Pocket PC. untuk selanjutnya nanti barangkali orang tidak bawa-bawa Qur'an lagi untuk selalu membacanya, cukup menginstall program al-Qur'an dalam Pocket PC, lengkap dengan arti dan tafsirnya. Dalam hal ini baru dapat tersedia dalam Pocket PC tidak dapat di install kedalam software Palm OS. Tetapi jika anda tertarik dengan software ini dapat di dowload dari www.harf.com.
Apakah anda masih ingat dengan Sakhr Software yang membuat perangkat al- Qur'an Elektronik dalam komputer model Atari dan kemudian membuat Al-Qur'an al Kariim dalam perangkat PC. kemudian perusahaan ini membuat peralatan al-Qur'an mini yang dapat dibawabawa dalam saku kini peruhsaan yang sama yang tadinya merubah diri jadi Gisco dan sekarang harf Software telah menelurkan tekhnologi yang terbilang canggih yaitu Al-Qur'an dalam Pocket PC.
Ada juga orang berpendapat bahwa teh- nologi tidak perlu dipelajari, karena ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat adalah ilmu agama (din). Orang yang berpendapat seperti ini beralasan bahwa bukanlah ilmu pengetahuan seperti IPA, Matematika, Komputer yang ditanya malaikat Mungkar dan Nangkir di alam kubur. Ilmu pengetahuan seperti itu tidak mendapatkan pahala ketika kita menuntutnya.
Pendapat ini tidak selalu benar karena tuhan telah menciptakan manusia sebagai khalifah dimuka bumi dengan memberikan potensi aqal dan pikirannya untuk memanfaatkan alam yang juga sebagai tanda-tanda kebesaran Allah swt. Mempelajari ilmu agama memang wajib dan penting karena tanpa ilmu seperti aqidah kita tidak mengenal Tuhan, tidak tahu apa tugas dan tujuan hidup. Di dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW, bersabda : “Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan hidup di dunia, maka hendaklah ia mempelajari ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan hidup di akhirat, maka hendaklah ia mempelajari ilmu. Dan barang siapa yang mengingikan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat secara bersamaan, maka hendaklah ia mempelajari ilmu”.
Hadis ini menggambarkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam hidup dan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu pulalah, maka dalam hadis lain, Nabi bersabda : “Tuntutlah ilmu itu mulai dari buaian sampai dengan liang lahat”. Menuntut ilmu pengetahuan, harus dilakukan sepanjang masa, sepanjang hidup ataupun seumur hidup. Menuntut ilmu pengetahuan, selain tidak mengenal waktu, juga tidak mengenal tempat, sampai-sampai Nabi bersabda : ‘Tuntutlah ilmu itu walaupun di negeri Cina”. Konsep Islam tentang menuntut ilmu ini, jauh melampaui konsepsi masyarakat modern tentang long life education.
Di dalam Al-Qur’an Allah SWT menjanjikan, akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat dari orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dari kisah penciptaan Adam as yang akan menjadikannya sebagai Khalifah Allah di muka bumi. Para Malaikat protes, kenapa Adam yang dijadikan khalifah ? Lalu Allah SWT menguji Malaikat dengan Adam tentang ilmu pengetahuan, akhirnya Adam as yang menang dan Malaikat mengaku kalah. Hal ini menunjukkan, bahwa kehebatan dan kelebihan antara Adam (manusia) dibandingkan dengan Malaikat, adalah pada penguasaan akan ilmu pengetahuan. Tehnologi adalah hasil pengolahan Alam bagi manusia yang dapat menghasilkan sesuatu yang berguna. Seperti pakaian bagi manusia yang juga adalah tehnologi pada zaman nabi Idris yang pada dasarnya adalah pengetahuan yang berasal Tuhan juga, ia adalah sarana untuk melindungi kita dari panas, hujan dan dinginnya malam, menjadikan manusia lebih kuat bertahan terhadap ganasnya cuaca alam. Adalah sangat naif sekali kalau ada orang yang tidak memperdulikan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sama artinya tidak penduli dengan pakaian dan alat-alat lain, yang pada akhirnya akan kalah dengan ganasnya alam.